Pembangkit Listrik Tenaga Rica
Sudah seminggu ini tiap makan sahur harus gelap-gelapan. Hanya ditemani cahaya lilin. Usut punya usut ternyata Manado khususnya, umumnya Sulawesi Utara mengalami krisis energi. Menurut informasi, karena kurangnya debit air sebagai sumber daya untuk memutarkan turbin PLTA Tanggari I dan II di Danau Tondano. Sementara sembilan pembangkit tenaga diesel di Bitung yang diharapkan dapat menutupi defisit listrik, hanya berfungsi satu pembangkit. PLN sampai saat ini hanya mampu memasok listrik berkisar antara 105 – 111 Mw. Sementara kebutuhan listrik saat beban puncak bisa mencapai 128 – 130 Mw.
Solusi ke depan, harus ada upaya peningkatan kemampuan listrik di Sulut. Salah satunya dari energi panas bumi yang sangat potensial. Diperkirakan lahan panas bumi di Sulut bisa menghasilkan listrik mencapai 500Mw. Maka bukan hanya masalah pemadaman bergilir yang bisa diatasi, daftar tunggu di PLN Suluttenggo yang mencapai 78 Mw bisa dipenuhi.
Selain itu, perlu dihimbau agar masyarakat pengguna listrik dapat menghemat listrik setidaknya 50 Watt tiap malam. Penghematan ini menurut PLN bisa menjaga listrik samapai 12,5 Mw. Hal ini akan mengurangi pemadaman dan makan sahur tidak lagi dalam temaram cahaya lilin….Candle Light Sahur!
Terakhir….
Mungkin ide teman saya bisa dipakai, yaitu menggunakan PLTR atau Pembangkit Listrik Tenaga Rica. Rica kan pedas, maka akan menghsilkan panas. Cadangannya pun melimpah. Karena orang Manado sangat menyukai pedas. Siapa tahu…..
